Alumni Jerman Teken MoU dengan Himaba RI dan Yayasan Sri Mukti Majukan SDM

  • Whatsapp
GB (Ka-Ki) Tri Retno Andayati (Yayasan Sri Mukti), Ing. Ir. H. Vidi Galenso Syarief, SH.,MH dan Windu PW Muchrim, SE, foto bersama usai MoU di kantor ELS, Jalan Latuharhary, Menteng Jakarta Pusat.
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira – Perhimpunan Alumni Jerman (PAJ) atau dalam bahasa Jerman “Vereiningung Deucther Alumni” dan HIMABA RI serta Yayasan Lembaga Pendidikan Sri Mukti Cilacap melakukan penandatanganan nota kesepakatan atau MoU di dikantor ESL (Elza Syarief Lawfirm) Jalan Latuharhary No 19 Menteng, Jakarta Pusat baru-baru ini.

MoU itu dihadiri langsung oleh Ketua Umum PAJ Vidi Galenso Syarief, Ketua Umum HIMABA RI Windu PW Muchrim, Perwakilan Yayasan Lembaga Pendidikan Sri Mukti Tri Retno Andayati, Kabid Litbang PAJ Ari Yan Ananta dan Denos selaku Wakil Sekjen PAJ.

Menurut Vidi, ketertarikan bekerjasama dengan HIMABA RI, karena pemberantasan narkoba ini bukan hanya tugas kepolisian dan BNN atau HIMABA RI tapi seluruh komponen anak bangsa dan Perhimpunan Alumni Jerman. Itulah bangsa Indonesia, peduli untuk kebaikan.

Selaku Dewan Pembina HIMABA RI sejak tahun 2013, Vidi punya kewajiban moral untuk mengatasi masaalah darurat narkoba bagi generasi muda. Bahkan PAJ dan Elza Syarief sebagai konsultasi hukum yang sudah mendirikan LBH HIMABA RI, kalau dibutuhkan oleh masyarakat termasuk kasus-kasus narkoba siap membantu, bisa memberikan jasa dalam bidang hukum.

“Saya melihat, sudah banyak yang dikerjakan oleh saudara saya, Ketua Umum HIMABA RI Mas Windu diberbagai bidang terutama fokusnya adalah, upaya terkait keprihatinan kita terhadap penyalahgunaan narkoba. Indonesia sudah mencapai darurat narkoba, “ujar Vidi pada porosjakarta.com usai acara.

Bukan hanya HIMABA RI saja, namun ada lembaga pendidikan yaitu Yayasan Pendidikan Sri Mukti di Cilacap Jawa Tengah. Yaitu pendidikan menengah, SMA dan SMK Perhotelan Cilacap.
Kerjasama dengan PAJ merupakan suatu peluang atau “opportunity” untuk bisa bekerjasama supaya pendidikan Srimukti di Cilacap, di kota kecil itu bisa, tidak kalah dengan kualitas pendidikan di kota-kota besar.

Kalau kota tersebut punya benang merah dengan pendidikan atau pengetahuan sumber Iptek selevel Jerman, maka ini sangat membantu pemerintah. Hal ini sudah dia canangkan dengan Professor Suhadi Wiromojo di TU Berlin (Technische Universität Berlin) pada tahun 1993. Bahwa yang bisa dibangun adalah desa-desa. Itu adalah esensi dari pemerataan pembangunan.

“Jadi kita, PAJ yang mendukung pemerintah. Kalau SDM didaerah kecil, tarafnya naik otomatis akan mengakselerasi pemerataan kualitas SDM di Indonesia. Secara khusus Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, “katanya.

Yayasan Sri Mukti itu bisa bekerjasama dengan PAJ bermacam-macam tentu akan menghasilkan lulusan-lulusan SMA dan bisa melanjutkan pendidikan ke Jerman. Alasannya, karena 2 lembaga pendidikan yang merupakan anggota dari PAJ sudah 15 tahun mengirimkan calon mahasiswa untuk studi ke Jerman sampai dengan pendidikan spesialis.

PAJ juga melakukan kerjasama dengan pendidikan tinggi untuk bisa “double degree”. Kemudian penelitian oleh para dosen. Saat ini PAJ sudah MoU dengan Universitas Yarsi dalam bidang penelitian dan pertukaran mahasiswa dan dosen atau didatangkan dari Jerman untuk memberikan kuliah umum di Indonesia.

Ini yang diperlukan supaya wawasan itu terbuka, diterapkan dengan Yayasan Sri Mukti pendidikan menengah dan dasar. Selanjutnya itu bisa masuk pendidikan tinggi di Jerman. Jerman itu sangat murah hati, banyak program-program, dana hibah, beasiswa yang ditawarkan. Kalau misalnya, ini dimanfaatkan oleh banyak anak Indonesia, ini sesuatu yang sangat bagus.

Untuk itu Vidi berpesan pada masyarakat Cilacap pada umumnya dan para siswa khususnya untuk tidak berhenti belajar. Belajar apa saja asalkan positif. Kesempatan sekarang makin terbuka adanya revolusi industri “four point O” atau industri digital 4.0, dimana bukan lagi teknologi “komputasi” tapi sudah interaksi, yakni semua orang bisa mengakses internet.

“Ini memungkinkan dan mumudahkan jendela ilmu pengetahuan dunia terbuka. Manfaatkan dan kita fasilitasi. Membuka jendela menuju pendidikan setaraf dengan Jerman, “pungkas Vidi.

Sementara itu Ketua Umum HIMABA dan Pembina Yayasan Sri Mukti bersyukur bisa menandatangani MoU antara HIMABA RI dan PAJ yang dipimpin oleh Vidi G. Syarief yang juga sebagai Dewan Pembina HIMABA RI.

Tentunya ini sebuah momentum buat semua masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Cilacap, Banyumas dan sekitarnya. Ini sebuah langkah dan harapan menggapai impian. Bagaimana bisa kuliah atau bisa menggapai masa depan untuk studi ke Jerman.

Ini merupakan sesuatu yang harus menjadi potensi atau kesempatan khususnya bagi siswa-siswi Sri Mukti maupun masyarakat Cilacap pada umumnya. Terbuka peluang bahwa HIMABA RI dan Yayasan Sri Mukti bekerjasama dengan PAJ. Memberi kesempatan kepada masyarkat luas bisa mengikuti program-program diantaranya, pendidikan IPTEK, kesehatan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

“Untuk menjadi orang yang berhasil, tentu bagaimana bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang ada dari Jerman. Ilmu ini menjadikan sebuah kekayaaan bagi diri sendiri dan masyarakat dalam rangka membangun produktifitas sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, “tutup Windu. MP-Abuzakir Ahmad

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *