Andi Syahputra Alias Markos Akui Terjadi Pencurian Pipa dan Besi di PT Pertamina 

  • Whatsapp
banner 468x60

Aceh Tamiang, MajalahPerwira – Aparat Kepolisian di Polres Aceh Tamiang dan Polsek Rantau Aceh Tamiang, diingatkan segera menangkap dan memproses hukum Pemilik PT Arkana dan PT Sinar Abadi Kencana yakni Andi Syahputra alias Markos, atas terjadinya aksi mafia proyek  pencurian pipa-pipa dan besi milik PT Pertamina EP di Rantau, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Andi Syahputra alias Markos, saat ini tengah gencar melancarkan aksi cuci tangan dan berkelit atau menghindar dari jeratan hukum, atas sepak terjangnya dan perusahaan miliknya yang sudah melakukan praktik mafia di proyek-proyek PT Pertamina EP selama ini.

Bukan sekali dua kali aksi pencurian pipa-pipa dan besi-besi milik PT Pertamina EP dilakukannya bersama kaki tangan dan anak buahnya.

Oleh karena itu, aparat penegak hukum di Jakarta, pimpinan PT Pertamina dan juga KPK, diminta segera turun tangan untuk mengusut tuntas aksi para mafia yang terjadi di Serambi Mekkah itu.

Koordinator Aliansi Masyarakat Sadar Hukum Indonesia (AMSHI) Jakarta, Wira Leonardi menyampaikan, modus dan aksi bersilat lidah yang dilakukan Pemilik PT Arkana dan PT Sinar Abadi Kencana yakni Andi Syahputra alias Markos, sangat kentara.

Andi Syahputra alias Markos sudah mengakui adanya aksi pencurian yang dilakukan perusahaannya di PT Arkana dan PT Sinar Abadi Kencana melalui sejumlah anak buahnya dan kaki tangannya.

“Itu namanya maling teriak maling. Andi Syahputra alias Markos dalam hal ini mencoba berteriak bahwa bukan dia malingnya. Ternyata, semakin jelas bahwa praktik mafia pencurian pipa-pipa dan besi di PT Pertamina EP yang di Rantau, Aceh Tamiang itu dilakukan  PT Arkana dan PT Sinar Abadi Kencana miliknya,” tutur Wira Leonardi, di Jakarta, Senin (15/03/2021).

Menurutnya, upaya menutup-nutupi sepak terjang busuknya dengan membuat pernyataan-pernyataan di sebuah media koran lokal di Medan, semakin memperjelas bahwa Andi Syahputra alias Markos adalah salah satu otak terjadinya praktik mafia proyek pipanisasi, serta penyeludupan gelap pipa-pipa dan besi milik PT Pertamina EP di Rantau, Aceh Tamiang itu.

“Kalau saya baca pernyataannya itu, saya malah tertawa, sebab jelas sekali Andi Syahputra itu mengakui terjadinya pencurian pipa-pipa dan besi,” lanjut Wira.

Menurut Wira, modus yang dilakukan PT Arkana dan PT Sinar Abadi Kecana yang dikendalikan Andi Syahputra alias Markos itu juga sudah jelas terbaca.

“Dia mencuri pipa-pipa milik PT Pertamina EP, dengan alasan sedang bekerja di proyek Pertamina. Kemudian, mengelabui petugas dan menjualnya kembali ke PT Pertamina EP. Sederhana kok modusnya, tidak sulit membongkarnya,” ungkap Wira.

Karena itu, penindakan segera harus dilakukan oleh Kepolisian, dan terutama oleh Majanemen PT Pertamina EP kepada PT Sinar Abadi Kencana dan PT Arkana, bersama pemiliknya Andi Syahputra alias Markos dan para kaki tangannya.

Wira mengingatkan, dalam kasus-kasus seperti ini, juga tak jarang terjadi permainan atau main mata, antara petugas Kepolisian, bersama oknum internal PT Pertamina EP, dengan pelaku. Dalam hal ini, PT Arkana dan PT Sinar Abadi Kencana milik Andi Syahputra alias Markos.

Sehingga, kata dia, jika Kepolisian lelet atau malah banyak berkelit, itu sudah menandakan ada dugaan permainan antara penyidik kepolisian dengan pelaku.

Demikian juga, lanjut Wira, jika pihak internal PT Pertamina EP, terutama yang bertanggung jawab di wilayah itu hanya berdiam diri, itu juga mengindikasikan bahwa oknum internal PT Pertamina EP turut menjadi maling di dalam perusahaan milik Negara itu.

“Jadi, ini bukan modus yang rumit. Polisi jangan seolah-olah tampak kesulitanlah mengusut ini. Demikian pula pihak internal PT Pertamina EP,” jelasnya.

Jika ternyata pengusutannya menjadi semakin bias, menurut Wira Leonardi, maka sebaiknya Propam Polri segera mengecek dan menindak kepolisian yang menangani kasus ini.

Demikian juga, petinggi PT Pertamina EP, atau bahkan Menteri BUMN, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebaiknya segera menindak tegas dan mengusut kasus ini.

“Ini praktik mafia loh. Dan modusnya serta bukti-buktinya sangat gamblang. Segeralah ditangkap dan diproses, serta ditindaklanjuti,” tandas Wira Leonardi.

Di salah satu koran lokal di Medan, Direktur PT Sinar Abadi Kencana dan PT Arkana, Andi Syahputra mengatakan, dirinya tidak terlibat sama sekali dalam aksi pencurian pipa-pipa dan besi milik PT Pertamina EP itu.

“Pipa yang dicuri hanya delapan atau sembilan batang. Kalau dijual dibotot (loak), harganya tidak sampai Rp 10 juta. Aneh kan kalau saya dituduh terlibat, bahkan dikatakan mendalangi aksi tersebut. Sementara nilai kontrak dengan PT Pertamina bernilai miliaran rupiah,” ujar Andi Syahputra.

Andi Syahputra mengakui, pada 4 Februari 2021 lalu, terjadi pencurian besi-besi dan pipa-pipa milik PT Pertamina EP Rantau, Aceh Tamiang. Akan tetapi, menurut Andi Syahputra, pencurinya adalah pekerjanya yang dari warga setempat yang bekerja subkon di PT Arkana dan PT Sinar Abadi Kencana miliknya.

“Kedua pekerja yang mencuri itu memang benar adalah pekerja yang membawa subkon perusahaan saya. Namun perbuatan itu murni mereka lakukan sebagai pribadi, bukan atas nama perusahaan,” tuturnya.

Soal adanya karyawan perusahaannya yang sudah diperiksa Polisi, itu juga dibenarkan Andi Syahputra. “Memang ada karyawan saya yang diperiksa, namun itu sifatnya sebagai saksi, dan tidak ditahan,” ujar Andi Syahputra.

Andi Syahputra sendiri tidak menyatakan tindakan apa yang dilakukan oleh dirinya sebagai Direktur dan pemilik PT Arkana dan PT Sinar Abadi Kencana terhadap para pekerjanya itu.

Sementara, Kepala Kepolisian Resort Aceh Tamiang (Kapolres Aceh Tamiang), AKBP Ari Lasta Irawan berjanji akan mengusut tuntas kasus-kasus dugaan praktik mafia pipanisasi yang terjadi di PT Pertamina EP wilayah Rantau, Aceh Tamiang, Provinsi Aceh itu.

Saat ini, Polres Aceh Tamiang tengah menggeber penyidikan terhadap sejumlah pelaku praktik mafia pipanisasi, berupa dan jual beli gelap besi serta pipa di PT Pertamina EP Rantau Aceh Tamiang itu.

Melalui Kapolsek Rantau, Aceh Tamiang, Ipda Aulia Budiman, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan menyampaikan, selain sudah memeriksa sejumlah saksi, penyidik Polres Aceh Tamiang sedang menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Pemilik PT Arkana dan PT Sinar Abadi Kecana yakni Andi Syahputra alias Markos.

Sebab, tertangkapnya beberapa orang yang melakukan praktik mafia pipanisasi di PT Pertamina EP wilayah Rantau, Aceh Tamiang itu, merupakan pekerja dan anggota dari Andi Syahputra alias Markos sebagai pemilik perusahaan PT Arkana dan PT Sinar Abadi Kencana.

“Jadi, terkait kasus ini, kami sudah memeriksa semua saksi. Dan dalam beberapa hari ini, kami akan memanggil Andi Syahputra alias Andi Markos. Kami meminta dukungan, agar kasus ini bisa segera kami tuntaskan,” ungkap Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Rantau, Ipda Aulia Budiman, dalam keterangannya yang diterima wartawan.

Ipda Aulia Budiman menepis adanya tekanan atau dugaan intervensi dari pihak-pihak yang berkepentingan, dalam proses penyidikan yang dilakukan di Polres Aceh Tamiang tersebut.

“Terkait tekanan, kami dari penyidik, Alhamdulillah, tidak ada tekanan. Semua sesuai dengan fakta,” ujarnya.

Ipda Aulia Budiman melanjutkan, pemeriksaan terhadap para saksi dilakukan secara maraton. Karena itu, penyidik sedang berkonsentrasi untuk mengusut tuntas kasus yang membelit perusahaan pelat merah di wilayah Aceh Tamiang tersebut.

“Sampai dengan saat ini, kami masih memeriksa saksi-saksi dari pemilik perusahaan, dan juga berlanjut ke pihak PT Pertamina EP. Jadi, ya ditunggu saja hasilnya,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pemilik Perusahaan PT Arkana dan PT Sinar Abadi Kencana, Andi Syahputra alias Markos merasa tidak akan dipanggil dan tidak diperiksa Polisi dalam praktik dugaan penggelapan besi dan pipa milik PT Pertamina EP di Rantau, Aceh Tamiang.

Karena itu, dia membantah bahwa anak buahnya yang sudah ditangkap dan diserahkan ke Polsek Rantau, Aceh Tamiang itu bukan tanggung jawabnya.

Hal itu dikatakan Andi Syahputra alias Markos lewat surat yang dikirimkan oleh seseorang yang mengaku adik dari Andi Syahputra bernama Sri. Sri yang mengaku memiliki hubungan saudara dengan Andi Syahputra itu juga mengaku sebagai seorang wartawan di sebuah media yang berkantor di Medan, Sumatera Utara. Surat itu disebar pada Kamis, 11 Maret 2021.

“Surat klarifikasi tersebut memang saya yang membuat. Harap diralat beritanya kembali. Terima kasih,” ujar Andi Syahputra alias Markos.

Di dalam surat itu, Andi Syahputra alias Markos ini menyebut, dirinya tidak pernah mengetahui perbuatan karyawannya di PT Arkana yang melakukan penggelapan dan jual beli pipa-pipa dan besi-besi milik Pertamina EP di Rantau, Aceh Tamiang.

Menurut Andi Syahputra yang beralamat di Jalan Benua Raja, Aceh Tamiang itu, memang benar, dirinya adalah Pemilik Perusahaan. MP-TIM

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *