Ansyaad Mbai: Aksi Bom Bunuh Diri di depan Gereja Katedral, Makassar Balas Dendam

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira – Mantan Kepala BNPT Irjen Pol (purn) Ansyaad Mbai menerangkan, aksi bom bunuh diri yang diduga dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri) di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulsel, Minggu (28/3) sebagai bentuk balas dendam. Pasalnya, selama ini, jaringan anggota JAD yang ditangkap oleh anggota Densus 88 Anti Teror, Polri.

“Ini bentuk balas dendam yang dilakukan oleh kelompok teroris karena banyak yang ditangkapi oleh polisi,” kata Mbai, Minggu (28/3).

Menurut Mbai, gereja sebagai sasaran peledakan dikarenakan selama ini anggapan kelompok teroris gereja sebagai simbol orang kafir. Selain itu, kebencian kepada pemerintah yang dianggap menghalang-halangi aksi mereka.

“Target tempat ibadah gereja sudah sejak awal target mereka untuk menunjukan kalau perjuangan mereka tentang islam yang dianggap terpuruk yang selama ini dizolimi oleh kaum kafir. Sehingga, sasaran tempat ibadah, dan juga pemerintah serta polisi yang selama ini menangani aksi mereka,” jelas Mbai.

Mbai mencontohkan, aksi bom bunuh diri Gereja Katedral di Jolo, Fhilipina, beberapa tahu lalu yang dilakukan oleh pasangan suami istri asal Sulsel atas nama Rullie Rian Zeke dan Ulfa Handayani Saleh.

“Ya (benang merah) bisa seperti yang terjadi di Jolo Pemerintah Fhilipina yang terjadi tahun dilakukan oleh suami istri asal Sulsel,” pungkasnya.

Sebelumnya, bom bunuh diri depan pintu gerbang Gereja, Katedral, Makassar, Sulsel, pada Minggu (28/3) sekitar pukul 10.20 WITA yang diduga dilakukan oleh pasangan suami istri yang menumpang sepeda motor jenis matik.

Keduanya, tewas setelah mencoba meneror kedalam halaman gereja dan dihalang-halangi oleh petugas satpam. Akibatnya, sebanyak 14 orang terluka dan dilarikan ke sejumlah rumah sakit. Polisi memastikan bahwa ledakan bom di Gereja Katedral berdaya ledak hight explosive (berdaya ledak tinggi).

“Apakah bom itu high explosive atau low explosive, didapatkan sirkuit atau rangkaian sumber ledakan, itu bagian dari penyelidikan Densus 88. Sehingga, kita bisa tahu jaringan mana yang melakukan ini,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, Minggu (28/3).

Menurut Argo, Kapolri Jenderal Sulistyo Sgit Prabowo, sudah memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan keamanan.

“Tentunya ada operasi rutin kami tingkatkan dari Asops Kapolri berikan petunjuk ke wilayah terutama berkaitan kegiatan Hari Kematian Tuhan dan kegiatan Hari Raya Paskah, ini bagian pengamanan yang kami lakukan, kami serentak kerjakan sama-sama kami ajak seluruh elemen masyarakat ikut amankan memelihara Kamtibmas,” jelas Argo.

Argo mengimbau kepada warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi aksi teror susulan.

“Masyarakat tetap tenang serahkan kepada kepolisian untuk lidik, penyidikan dan identifikasi terkait kasus ini,” pungkas mantan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya ini. MP-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *