Bantah Vaksinasi di DPR RI Tertutup, Sufmi Dasco: Ini kan Program Pemerintah

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan tidak ada yang ditutup-tutupi dari proses pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kompleks MPR/DPR RI, Senayan.

Hal tersebut disampaikan Dasco menjawab keluhan para wartawan mengenai sulitnya mendapatkan akses peliputan vaksinasi di Kompleks Parlemen, Senayan.

Dasco menyatakan, program vaksinasi di Kompleks Parlemen, Senayan tak mungkin ditutup-tutupi lantaran program tersebut merupakan program pemerintah. “Tidak benar kalau vaksinasi ini seolah-olah tertutup, tidak ada yang ditutup-tutupi karena vaksinasi ini program pemerintah,” tegas Dasco kepada para awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (26/2/2021).

Dasco menjelaskan, ketika DPR RI mendapatkan surat dari Kemenkes mengenai jadwal vaksinasi, DPR RI sedang reses. “Jadwal yang mendapatkan vaksinasi termasuk DPR sehingga jadwal itu harus dilaksanakan tidak peduli kalau kami sedang reses,” ujar Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini.

Oleh karena sedang reses, lanjut Dasco, Kesekjenan DPR RI memberikan informasi kepada fraksi-fraksi, fraksi-fraksi inilah yang kemudian memberikan informasi kepada anggotanya. “Jadi sekali lagi saya sampaikan, tidak benar kalau vaksinasi ini seolah-olah tertutup, tidak ada yang ditutup-tutupi karena vaksinasi ini program pemerintah,” imbuhnya.

Mengenai jumlah dan siapa saja para anggota DPR RI yang sudah divaksinasi, Dasco mengaku, dirinya tidak hapal secara pasti karena dirinya juga sedang menjalani masa reses di Dapilnya. “Hari ini saya hanya masuk untuk melihat-lihat proses vaksinasi, sehingga kalau dikatakan lebih baik terbuka jangan tertutup, ya memang tidak ada yang ditutup-tutupi karena vaksinasinya juga dilakukan di daerah terbuka untuk menjaga protokol kesehatan,” tutur legislator asal Dapil Banten 3 ini.

Lebih jauh, Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan, mengapa keluarga anggota DPR RI juga ikut menjalani vaksinasi di DPR RI mengingat hal ini telah menjadi sorotan dan polemik di tengah masyarakat.

“Jadi begini, kita mendapatkan jatah dari Kemenkes. Anggota DPR dan anggota keluarga yang terdaftar di Kesekjenan DPR itu yang mendapat. Jadi alokasi itu dari Kemenkes. Saya tidak hapal jatahnya berapa. Itu kan masuk ketika kita sedang reses,” ungkap anggota Komisi III DPR RI ini.

Dasco menyebut, vaksinasi Covid-19 murni merupakan program pemerintah dan tidak hanya anggota DPR RI saja yanga menerima, namun juga berbagai kalangan termasuk para wartawan yang juga sudah menerima vaksinasi kemarin.

“Kita mau usul wartawan di DPR ternyata wartawan juga sudah mendapatkan jatah dari Kemenkes. Jadi tidak ada pilih kasih, tidak ada yang tertutup, semakin cepat banyak yang divaksinasi semakin cepat juga penekanan pelonjakan Covid-19 di Indonesia,” ucap Dasco.

Dasco pun memastikan, semua anggota DPR RI akan menerima vaksinasi Covid-19, kecuali para anggota DPR RI yang sedang menjalani masa pemulihan akibat terpapar Covid-19. “Semua akan menerima vaksinasi, kecuali anggota DPR tertentu yang masih dalam tahap penyembuhan Covid,” bebernya.

Dasco mengungkapkan, tidak hanya para anggota DPR RI, namun juga para staf, pamdal, dan office boy di lingkungan Kompleks Parlemen DPR RI akan menerima vaksinasi Covid-19.

“Jadi itu semua termasuk staf pendukung, termasuk juga keamanan, office boy, itu juga divaksinansi. Karena DPR ini sudah menjadi area merah. Sudah banyak pamdal, pegawai yang terkena Covid, lantaran kemarin ini lebih banyak kegiatan work from office (WFO) di DPR,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dasco menambahkan, jenis vaksin Covid-19 yang dipakai untuk vaksinasi di Kompleks Parlemen, Senayan sama dengan jenis vaksin yang digunakan Kemenkes, yakni Sinovac. “Sama dengan yang itu, itu kan jatahnya dari Kemenkes. Jadi sama berlaku semua,” pungkas Sufmi Dasco Ahmad. MP-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *