Bio Farma Akan Produksi 40 Ribu Bio Saliva per Bulan, Tes Covid-19 dengan Cara Berkumur

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira – Bio Farma akan memproduksi Bio Saliva, tes Covid-19 yang dilakukan dengan metode berkumur (PCR Gargle). Bio Farma menyebut, pihaknya mampu memproduksi Bio Saliva sebanyak 40 ribu per bulan.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI secara virtual, Rabu (7/7/2021).

“Kita sudah meluncurkan mBioCov dan yang terbaru Bio Saliva di mana pengetesannya kita tidak melakukan diagnosis nasofaring lagi atau yang dari hidung, tapi dengan sifatnya berkumur,” ujar Honesti

Honesti mengatakan, Bio Saliva bisa menjadi alternatif bagi masyarakat karena metode pengetesannya melalui berkumur, bukan dengan metode usap yang selama ini ada.

“Tapi dengan sifat kumur gargle nanti juga memberikan suatu experience baru dari sisi kenyamanan buat masyarakat yang ingin melakukan pengetesan PCR ini,” ucap Honesti.

Honesti mengungkapkan, saat ini Bio Saliva masih diuji tingkat akurasinya mendeteksi Covid-19 di beberapa lab.

Namun, dirinya mengklaim Bio Saliva bisa mendeteksi semua strain virus clorona yang tengah menyebar di Indonesia.

“Produk baru kami yang gargle kumur-kumur itu kita baru akan produksi sekitar 40 ribu per bulan, ini semua produk sudah kita lakukan pengetesan dengan akurasi di atas 99 persen akurasinya. Dan khusus untuk Bio Saliva ini adalah produk terbaru dan bisa mendetect semua strain virus yang sekarang lagi berkembang di Indonesia,” ujar Honesti.

Adapun terkait harga, Honesti mengatakan pihaknya menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk kemudian ditetapkan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di Kementerian Kesehatan RI.

Targetkan 186 Juta Vaksin Hingga Desember 2021

Honesti sendiri mengungkapkan, pihaknya bakal menerima 140 juta dosis bahan baku (bulk) vaksin Covid-19 hasil kontrak kerja sama dengan perusahaan farmasi asal Tiongkok, Sinovac.

Sementara hingga Juni 2021 Bio Farma telah menerima 105,5 juta dosis bahan baku vaksin Covid-19.

Honesti menyebut, Bio Farma sedang negosiasi untuk menambah kuota.

“Di samping 105,5 juta dosis yang sudah datang hingga Juni ini, Agustus nanti akan datang lagi 40 juta dosis, kemudian September 35,4 dosis, Oktober 35 dosis dan total nanti ada 286 juta dosis dari Sinovac,” ungkap Honesti.

“Ini hanya untuk memberikan keyakinan kepada kita, suplai bahan bakunya kontinyu dan kita juga proses produksi di Bio Farma juga kontinu,” sambung Honesti.

Dari sisi produksi, tutur Honesti, Bio Farma menargetkan untuk bakal memproduksi vaksin virus corona sebanyak 186,3 juta dosis hingga Desember 2021.

Honesti menjelaskan, sejak Januari hingga Juni, Bio Farma telah memproduksi 57,9 juta dosis vaksin.

“Pada Juli ditargetkan 16,6 juta dosis, Agustus 19,8 juta dosis, September 23,3 juta dosis, Oktober 24,9 juta dosis, November 22,64 juta dosis, dan Desember 21 juta dosis. Sampai akhir tahun akan berjumlah 186,3 juta dosis,” pungkas Honesti Basyir. MP-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *