Didik Rachbini Ungkap 2 Masalah Utama yang Dihadapi BUMN Saat Ini

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira – Ekonom Senior INDEF Didik J. Rachbini menyatakan, masalah yang dihadapi BUMN saat ini ada 2, yakni institusi dan perilaku.

Demikian disampaikan Didik saat menjadi narasumber Diskusi Forum Legislasi DPR RI dengan tema “BUMN Sekarat, Akankah RUU BUMN Jadi Penyelamat?” di Ruang Diskusi Media Center, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (16/11/2021).

Didik menyebut, institusi paling atas adalah undang-undang, institusi di bawahnya yaitu regulasi.

“Seperti di jalan raya, di jalan raya itu, yang berlaku aman tidak aman, bagus tidak bagus adalah aturan main institusi dan perilaku, meskipun ada aturan main polisi kanan-kiri tapi instruksinya tabrak kanan tabrak kiri, maka jalan itu rusak,” beber Didik.

Didik menerangkan, meskipun yang membuat undang-undang merupakan seorang malaikat, tetapi perilakunya gabung sama politik, politik sama BUMN, maka hal itu menjadi tidak ada artinya.

“Jadi jangan berharap undang-undang yang dibikin itu bisa menyelesaikan masalah BUMN,” imbuh Didik.

Menurut Didik perilaku inilah yang penting, namun masalahnya perilaku itu harus perilaku politik. Oleh karenanya banyak invisible hand yang mengatur.

“Contoh, saya berjualan sepeda sekarang musim sepeda, harus bagus kualitasnya, harus efisien, harus murah dan kalau saya menghasilkan bahan baku dari bahan baku yang boros, kualitas tidak bagus, saya mati, yang lain tidak mati, tetapi kalau perilaku politik aturan main, merusak semua efisiensi, semuanya rusak,” ungkap Didik.

Didik meyakini yang merusak BUMN selama ini adalah politik.

“Sekarang apa yang terjadi ya teman-teman sekalian, hutang BUMN bersamaan dengan hutang perintah ini sejalan, gandeng, karena ini bersamaan, memang hutang BUMN bukan hutang pemerintah, tetapi yang menjamin adalah pemerintah,” ujar Didik.

Didik kembali menegaskan, undang-undang bukanlah masalah utama, namun institusi di tingkat bawah dan perilaku.

“Erick Thohir sebagai seorang profesional yang baik, tapi saya kira lama-lama bisa tak kuat juga dia dan memasukkan orang sembarangan di dalam BUMN,” ujar Didik.

Didik pun mempertanyakan masa depan BUMN ke depannya.

“Saya kira masa depan BUMN ini dipertanyakan dan ke depan sebenarnya ada tugas penting, yang harus dilakukan oleh BUMN, yaitu peluang di mana Jokowi datang ke Glasgow, bahwa carbon trading itu potensinya 250 triliun kira-kira hampir dua kali dari ekspor kita pertahun,” tutup Didik J. Rachbini.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *