Diduga Suap Panitera PN Jakpus, KPK Buru Pengacara PT KTP

  • Whatsapp
banner 468x60

MAJALAHPERWIRA.COM, JAKARTA  –  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan pengacara Raoul Adhitya Wiranatakusumah bersama anak buahnya, Ahmad Yani, dan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) sebagai tersangka dugaan suap terkait perkara perdata di PN Jakpus.

Penyidik KPK masih mencari keberadaan Raoul yang diduga menjadi sumber uang suap kepada Santoso. Padahal, Ahmad Yani dan Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Santoso, yang ditangkap usai bertransaksi suap, telah dijebloskan ke Rutan Polres Jakarta Timur dan Rutan Polres Jakarta Pusat pada Jumat (1/7/2016) malam.

“RAW (Raoul Adhitya Wiranatakusumah) sedang dicari, belum ditemukan,” kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, Jumat (1/7/2016).

Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan menegaskan, pihaknya segera meminta Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk mencegah Raoul bepergian ke luar negeri. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kemungkinan Raoul yang telah berstatus sebagai tersangka melarikan diri.

“Hari ini mungkin (mengirim surat permintaan cegah terhadap Raoul). Harus segera (dicegah ke luar negeri),” kata Basaria.

Ditegaskan Basaria, tim penyidik masih terus melakukan pengembangan kasus ini. KPK berharap Raoul segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Diketahui, dalam OTT pada Kamis (30/6/2016), Tim Satgas KPK menangkap Santoso dan Ahmad Yani usai bertransaksi suap terkait penanganan perkara yang ditangani PN Jakpus. Dari tangan Santoso, KPK menyita uang tunai sebesar 28.000 dolar Singapura (SGD) yang dimasukan dalam dua amplop berwarna cokelat. Uang yang diduga berasal dari Raoul Adhitya Wiranatakusumah, pengacara dari Wiranatakusumah Legal & Consultant itu diberikan kepada Santoso sebagai suap untuk memenangkan kliennya, PT Kapuas Tunggal Persada yang digugat secara perdata oleh PT Mitra Maju Sukses. Pada Kamis (30/6), Majelis Hakim PN Jakpus memutuskan memenangkan PT KTP yang ditangani Raoul.

Santoso ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dan ‎dijerat dengan Pasal 12 huruf a, huruf b, huruf c atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara sebagai tersangka pemberi, Yani dan Raoul dikenakan Pasal 6 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Pada operasi tangkap tangan kemarin, KPK belum menciduk Raoul. Penyidik masih mencari posisinya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *