GNPF MUI Ajak TNI-Polri Ikut Aksi Bela Islam III

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira.com.  Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) mengajak seluruh jajaran TNI – Polri, agar ikut aksi bela islam III, berdoa, bersalawat, salat Jumat, dengar tausiyah, dan lainnya pada 2 Desember (212) mendatang.

“Kami berharap, tidak ada lagi himbauan dari Polda wilayah yang menghalangi umat ikut aksi bela islam III. Yang kami sampaikan ini, sudah kesepakatan dengan Kapolri (Jenderal Tito Karnavian),” demikian Imam Besar Front Pembela Islam ini,” ujar Ketua Dewan Pembina GNPF-MUI, Habib Rizieq Shihab di kantor MUI Pusat, Jakarta, Senin (28/11/2016).

Habib Rizieq juga memaparkan permintaan khusus GNPF Mui, yakni meminta pembentukan tim terpadu untuk menggelar Aksi Bela Islam III, Khusunya untuk mengatur teknis pelaksanaan aksi yang digelar di pelataran Monas.

Selain itu, penetapan kiblat hingga posisi panggung mimbar dan mihrab. Termasuk juga  membuka semua pintu utama dan darurat di kawasan Monas. Serta, mengarahkan mereka menuju ke lokasi shalat Jumat.

GNPF-MUI juga meminta disediakan ekstra mobile-toliter yang biasa dioperasikan di area Monas. Selanjutnya, mengijinkan GNPF-MUI menyiapkan satuan tugas (Satgas) yang terdiri laskar elemen ormas Islam yang akan mengatur saf untuk shalat Jumat di luar Monas manakala area utama tidak menampung seluruh peserta unjuk rasa.

“Ini juga teknis. Mereka ditempatkan sepanjang perempatan, mulai daerah Benhil (Bendungan Hilir), Semanggi, HI (Hotel Indonesia), Kebon Sirih, Patung Kuda. Tim terpadu ini juga mengatur peserta aksi non Islam. Mengingat, peserta aksi juga ada yang berstatus non Islam,” paparnya,

Adapun lima poin kesepakatan antara GNPF MUI dan Polri, antara lain :

1. GNPF MUI dan Polri sepakat bahwa aksi bela Islam 3 tetap digelar pada Jumat 2 Desember 2016 dalam bentuk aksi unjuk rasa yang super damai. Berupa aksi ibadat, gelar sajadah. Tanpa merubah tuntutan aksi 212 tegakkan hukum yang berkeadilan. Damai yang dimaksud adalah mekanismenya terhormat dan bermartabat.

2. GNPF MUI dan Polri sepakat bahwa dalam aksi bela Islam 3 akan digelar zikir dan doa keselamatan negeri, serta tausiah di lapangan Monumen Nasional (Monas) dan sekitarnya dari pukul 08.00 WIB hingga selesai salat jumat.

3. GNPF MUI bersama Polri sepakat, usai salat jumat pimpinan GNPF akan menyapa umat Islam di sepanjang jalan sekaligus melepas mereka dengan tertib. GNPF tidak akan meninggalkan umat begitu saja. GNPF akan membagi tugas untuk melepas mereka agar pulang dengan tertib.

4. GNPF dan Polri sepekat perlunya membentuk tim terpadu untuk mengatur masyarakat saat pelaksanaan. Tugasnya mencakup mempersiapkan posisi panggung, saf. Tim ini juga sepakat membuka semua pintu Monas dan membuka pintu darurat. Tim ini juga menyediakan posko medis, logistik, toilet, wudhu. Satgas GNPF yang terdiri dari laskar berbagai organisasi Islam akan ditempatkan di setiap perempatan sepanjang Jalan Sudirman Thamrin untuk menyambut kedatangan umat islam dan mengarahkan mereka ke lokasi.

5. Jika ada gerakan pada tanggal 2 Desember dan dilakukan di luar kesepakatan ini maka dinyatakan bukan bagian aksi bela Islam 3. GNPF tidak bertanggungjawab, dan polisi berhak menjalankan kewajiban mengambil langkah antisipasi dan mengatasinya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *