Habib Rizieq Ungkap Upaya Penggebosan Aksi 212

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira.com. Suksesnya Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016 yang dihadiri jutaan umat Islam berlangsung tertib dan damai membuat shock pihak-pihak yang berupaya melakukan penggembosan.

Ketua Dewan Penasehat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI), Habib Muhammad Rizieq Syihab menjelaskan serangkaian upaya untuk menggagalkan Aksi 212 yang menuntut tersangka kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditahan.

“Upaya penggebosan juga dilakukan untuk menggagalkan Aksi Bela Islam II pada 4 November 2016 lalu. Tapi mereka gagal,” ujar Habib Rizieq dalam acara Evaluasi Aksi Bela Islam III di Markaz Syariah FPI, Petamburan, Jakarta, kemaren.

Kemudian, lanjutnya, mereka belajar. Karena tak mau gagal untuk sekian kali mereka lalu meningkatkan penggebosan dengan terang-terangan.

Upaya penggagalan tersebut antara lain, instruksi tertulis kepada Kapolda seluruh Indonesia untuk melarang dan mengalangi warga ke Jakarta yang mau ikut Aksi 212.

Perusahaan transportasi juga disurati secara resmi agar tak menyewakan bus mereka kepada masyarakat.

Bahkan ada heli diturunkan di bakauhei untuk menghalangi mobil masuk ke pelabuhan supaya tidak bisa nyebrang (ke Merak).

“Sampai pilot tentara yang bawa itu heli nangis. Di satu sisi ingin bersama rakyat, disi lain dia ditekan atasan,” jelas Imam Besar FPI ini.

Tak hanya itu, Habib Riziq mengungkapkan, puluhan bus yang membawa umat Islam dari Sumbar untuk ikut Aksi 212 juga dirazia, di tengah jalan diturunkan.

Kemudian ada jembatan yang sebenarnya tidak rusak. Tahu-tahu ditaruh beko disana. Katanya mau membetuli jembatan supaya orang tidak lewat.

“Itu sampai enam jam ditahan,” paparnya.

Tak hanya itu, tambanya, setiap kelurahan di Jakarta ditempel maklumat larangan ikut Aksi 212. Bahkan selebaran larangan tersebut disebar menggunakan heli kopter. Dihembuskan juga isu makar.

Setelah itu, pernyataan-pernyataan pimpinan keamanan di televisi, yang begitu keras, sampai kelihatan tegang. Jadi negara seperti mau perang.

“Sejumlah tokoh, kiai, habaib didatangi, dibujuk supaya tidak hadir di Aksi Bela Islam III,” papar Habib Rizieq.

Dalam rangka penggembosan habis-habisan, lanjutnya,  seorang kiai yang juga pimpinan ormas Islam terbesar mengeluarkan fatwa shalat Jumat di jalan tidak sah.

Dengan serangkaian upaya penggagalan tersebut, Aksi 212 semestinya sudah gagal. Namun, beruntung Aksi 212 tetap terlaksana.

“Tapi alhamdulillah, setelah kita lakukan komunikasi-komunikasi, dialog-dialog, diskusi-diskusi, akhirnya kita terima keinginan Pemerintah untuk (acara) digelar di Monas. Tapi dengan syarat-syarat yang kita minta,” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *