Hamemayu Tertantang Jadi Genk Anak SMU di Webseries Abi Ghea

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira – Seni peran dan akting sudah dilakoni sejak usia dini. Ini dibuktikan bintang cilik Hamemayu Bawono yang akhirnya mendapat kesempatan bermain menjadi siswi SMU di webseries “Abi Ghea” yang diadaptasi dari novel best seller diibaca 25,3 juta pembaca di aplikasi Wattpad dengan judul yang sama karya Chelsea Karina.

Walaupun masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar, Mayu (red. – panggilan akrab Hamemayu Bawono) mengaku tertantang perankan sosok Jihan sebagai gank anak SMU yang berhadapan main dengan Ghea yang diperankan Dhea Imut.

“Saya masih.sekolah kelas 4 SD. Menjadi anak SMU sebenarnya sudah saya jalani dari pertemanan yang selama ini kebanyakan SMP dan SMU. Saya jadi suka nonton drama Korea, sinetron smp sma dari situlah saya belajar bagaimana bisa memerankan anak SMU,” ujar Mayu ditemui pada peluncuran poster Abi Mayu, baru-baru ini di Kawasan Puncak, Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat.

Mayu yang pernah bermain dii beberapa FTV berjudul “cermin kehidupan, menembus mata bathin, firasat dan oh mama oh papa”, mengaku tertantang akan perannya jadi anak geng sekolah yang karakternya ramai, jahil, suka gibah tapi tetap setia kawan.

Mayu yang punya tinggi 153 cm dengan bobot 35 kg mendapat peran bersama dua sahabatnya, membentuk gank di  di sekolahnya SMU yang personilnya meramaikan suasana sekolah. Hal inilah yang membuat Mayu merasa tertantang memerankan peran yang lebih dewasa dari kehidupan aslinya.

“Dari lingkungan saya kebanyakan sudah bermain dengan teman SMP dan SMU. Jadi saat main di Abi Ghea, saya merasa di kehidupan yang nyata meskipun saya sebenarnya masih SD. Disitulah tantanganya apalagi bisa bertemu dengan kak Dea Imut. Saya ingin karirnya seperti dia,” harap Mayu.

Web series Abi Ghea digarap oleh PH Tu7uh Rumah Produksi yang di produseri duet Andre Murtono dan Tirta Siregar yang pernah menggarap film layar lebar, 2 Batas Waktu dan Keira.

Web Series yang rencananya tayang di Genflix pada 17 September 2021, disutradarai oleh Tarmizi Abka yang mengambil lokasi syuting selama 4 Hari di Kawasan Mega Mendung, Puncak, Bogor dan Jakarta.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *