Insiden Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Fahri Hamzah: Negara Tak Tahu Cara Membenahinya

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwria – Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 Fahri Hamzah turut prihatin dan berduka atas insiden kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten, hingga menewaskan puluhan narapidana.

Bahkan, dirinya berharap tragedi yang terjadi pada Rabu kemarin, sebagai insiden terakhir yang menimpa lapas.

Read More

banner 300250

“Ikut berduka dengan para korban dan keluarganya. Cukuplah terakhir sekali ini jatuh korban nyawa. Cukuplah!” kata Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelora Indonesia ini lewat keterangan tertulisnya, Kamis (9/9/2021).

Di sisi lain menanggapi kejadian ini, Fahri mengatakan lapas memang tempat yang sebetulnya tidak manusiawi, ditambah lagi negara tidak tahu bagaimana cara membenahi lapas, sementara kondisi lapas terus mengalami penambahan warga binaannya.

“Lapas itu dianggap tempat yang tak perlu manusiawi. Negara karenanya tidak mau dan nggak tau cara memperbaiki lapas sementara penghuni tambah banyak,” sebut Fahri.

Fahri yang pernah duduk sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu bahkan menyebut, lapas yang paling manusiawi di Indonesia adalah lapas yang berada di Bandung, Jawa Barat, yakni Lapas Sukamiskin. Sebab, tempat itu sudah dibangun sejak zaman kolonial Belanda atau sudah berdiri sejak 103 tahun lalu.

“Lapas Sukamiskin, dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sejak 1918 atau 103 tahun lalu. Bayangkan, penjajah bikin lapas manusiawi abad lalu, sementara negara merdeka bikin lapas kayak neraka kata menterinya (Menkumham) sendiri. Ini bom waktu!,” ujar Fahri mengingatkan.

Dulu selama dirinya bertugas sebagai Wakil Ketua DPR RI, dalam kunjungannya tak ada lapas yang tidak mengalami kelebihan kapasitas.

Dirinya turut menggambarkan kondisi lapas yang dihuni oleh puluhan napi sungguh mengerikan, layaknya ikan yang disimpan berdempetan.

“Dalam kunjungan saya ke seluruh lapas selama bertugas, tidak ada 1 lapas yang tidak overcapacity, bahkan ada yang 4 kali. Mengerikan! Tapi percuma karena memang tidak akan dibela. Lapas tempat orang yang tak layak dibela,” pungkas Fahri Hamzah.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM mengatakan Lapas Kelas 1 Tangerang yang terbakar, ada pada kondisi melebihi kapasitas. Lapas Kelas 1 Tangerang secara keseluruhan dihuni oleh 2.069 narapidana, melebihi kapasitasnya yang hanya untuk 900 orang.

Hal itu disampaikan Juru bicara Ditjen PAS Rika Aprianti, dia mengatakan Lapas Blok C2 yang terbakar pada Rabu dini hari dihuni oleh sekitar 122 narapidana, sementara kapasitasnya hanya untuk 40 orang.
[18.12, 9/9/2021] RONALDbaru: Gus Muhaimin Sarankan Penanganan Kekerasan di Papua Gunakan Pendekatan Ala Gus Dur

JAKARTA – Kasus kekerasan di Papua terus terjadi berulang-ulang. Seperti yang terjadi pada 2 September 2021 lalu, penyerangan dilakukan oleh sekitar 50 anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap Pos Koramil di Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat. Akibatnya, 4 prajurit TNI meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, untuk menghentikan persoalan kekerasan di Papua, diperlukan pendekatan kemanusiaan, kebudayaan, dan kesejahteraan seperti yang dulu dilakukan Presiden ke-4 RI KH Abrurahman Wahid (Gus Dur).

”Persoalan Papua memang pelik dan kompleks. Berdasarkan pengalaman selama ini, saya berkeyakinan, pendekatan kemanusiaan, kebudayaan dan kesejahteraan sebagaimana dirintis oleh Gus Dur adalah pendekatan yang pas,” ujar politisi yang akrab disapa Gus Muhaimin ini, Kamis (9/9/2021).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menyampaikan dukacita yang mendalam kepada para prajurit TNI yang gugur di medan juang.

“Disisi lain, Gus Dur juga mengutuk tindakan keji KKB yang melakukan penyerangan kepada para prajurit TNI,” lanjut Gus Muhaimin.

Gus Muhaimin berharap semua pihak untuk menahan diri, mengutamakan keselamatan warga, dan memberi kepercayaan kepada aparat penegak hukum untuk menangani persoalan yang terjadi di Papua.

”Saya juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas peran serta para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, akademisi dan semua elemen masyarakat dalam menciptakan suasana aman dan damai di Papua Barat dan Papua, terutama karena sebentar lagi kita akan menggelar hajatan besar, yaitu PON ke XX,” tutup Gus Muhaimin.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *