Investasi RI Berangsur Membaik, Cak Imin: Penanganan Pandemi Covid-19 Harus Lebih Serius

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira –  Indonesia diprediksi akan memasuki masa pemulihan pada triwulan II-2021. Salah satu indikator skenario prediktif tersebut adalah pertumbuhan realisasi nilai investasi.

Mengacu data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), capaian realisasi investasi pada Triwulan I (periode Januari – Maret) 2021 sebesar Rp 219,7 triliun, atau meningkat sebesar 2,3% dari periode sebelumnya (q-to-q) dan naik 4,3% dibandingkan tahun 2020 (y-o-y).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, untuk menjaga agar iklim investasi tetap kondusif, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah kebijakan yang lebih implementatif.

“Selain itu, penanganan pandemi Covid-19, sejauh ini masih menjadi tantangan utama yang harus dikelola pemerintah secara lebih serius lagi,” kata politisi yang akrab disapa Cak Imin tersebut, Senin (17/5/2021).

Menurut Cak Imin, sejumlah kebijakan dalam penanggulangan Covid-19 masih perlu dilakukan berbagai perbaikan.

”Kebijakan mudik lebaran misalnya, meskipun telah dilarang, namun tetap tidak mampu membendung secara penuh mobilitas masyarakat. Kondisi yang tentunya akan meningkatkan risiko lonjakan kasus dan penyebaran Covid-19,” ujar Ketua Umum PKB ini.

Disisi lain, lanjut Cak Imin, program vaksinasi nasional juga masih belum mencapai target yang ditetapkan.

“Karena itu, saya mendorong pemerintah untuk menuntaskan program tersebut sebagai bentuk penanganan antisipasi lonjakan kasus Covid-19,” imbuh Cak Imin.

Cak Imin menyatakan, nilai investasi di Indonesia dipercaya berada pada jalur pemulihan seiring dengan semakin agresifnya perusahaan-perusahaan rintisan (startup) dari berbagai sektor, seperti fintech dan logistik, yang mulai memasuki pasar bursa sebagai upaya untuk mendapatkan pendanaan.

Cak Imin menuturkan, melalui pendanaan tersebut diharapkan perusahaan-perusahaan tersebut dapat mendorong banyak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu mitra mereka untuk terus tumbuh.

“Selain pada perusahaan rintisan, investasi di sektor manufaktur perlu terus didorong mengingat sektor tersebut merupakan salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi, terutama bagi industri yang memiliki nilai tambah tinggi dan menyerap banyak tenaga kerja,” jelas mantan Menakertrans ini.

Menurut Cak Imin, melalui fungsi anggaran, DPR RI perlu secara berkala mengevaluasi besaran anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang untuk sebagian ditopang dengan keberhasilan program vaksinasi nasional yang belum mencapai target.

“Per 30 April 2021, realisasi dana PEN telah mencapai 22,3 persen,” ungkap Cak Imin.

Cak Imin menerangkan, perusahaan-perusahaan yang menerima pendanaan program PEN harus dapat memberikan dampak bagi ekosistem sejenis, terutama bagi startup yang melibatkan UMKM sebagai mitra mereka.

”Bersama-sama pemerintah, DPR RI dapat melakukan penghitungan kembali (re-exercise) besarnya dana transfer bagi daerah, terutama daerah-daerah yang memiliki potensi sebagai kawasan tujuan investasi untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut di antaranya melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan pelaku usaha di daerah-daerah tersebut,” tegas Cak Imin.

Cak Imin menambahkan, untuk  menjaga ekosistem yang kondusif bagi investasi, salah satunya adalah keamanan wilayah. Dengan begitu bisa meningkatkan kepercayaan calon investor khususnya bagi mereka yang menyasar sejumlah sektor di daerah-daerah.

”Yang tidak kalah penting, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah masih menjadi persoalan klasik yang terbukti dapat menyebabkan disinsentif bagi dunia investasi. Ini harus terus diperbaiki,” pungkas Cak Imin. MP-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *