Jenderal Tyasno: Kita Buat Gerakan Pembelaan Nasional

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira.com. Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto menegaskan, rakyat harus segera bergerak untuk melakukan pembelaan nasional.

Hal itu dikatakan Tyasno dalam diskusi “Kedaulatan NKRI Tanggung Jawab Kita Semua” di Gedung Juang, Menteng, Jakarta, Jumat (20/1/2017).

“Kita buat gerakan pembelaan nasional untuk mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan. Jangan sampai negeri ini dikuasai oleh asing dan aseng,” ujar mantan kepala BAIS (Badan Intelijen Strategis) ini.

Tyasno mengaku miris melihat kondisi pemerintah dan bangsa akhir-akhir ini. Keadilan dan kebenaran yang semakin hari semakin bias.

Saat ini, banyak pihak yang benar namun disalahkan, yang salah malah dibenarkan. Dia berharap keadilan dan kebenaran akan kembali tegak.

Salah satu solusi yang ditawarkannya yakni kembali ke UUD 45 sebagaimana digelorakan putri proklamator Rachmawati Soekarnoputri.

“Bangsa harus diselamatkan. Takbir!” pekik Tyasno dengan lantang, disambut peserta dengan teriakan “Allahu Akbar” dan “revolusi”.

Sedangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Syihab mengatakan, bahwa setiap gerakan yang dilakukan oleh ulama dan tokoh nasionalis selalu dimata-matai oleh intelijen dan kepolisian.

Alih-alih menjembatani dan menggelar dialog demi menemukan solusi terhadap persoalan bangsa yang kian mengkhawatirkan, aparat dan pemerintah malah selalu mencari celah dan kesalahan untuk melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan tokoh nasionalis.

“Bahkan kalau nanti kita injak semut, semutnya bisa itu digiring sama polisi untuk laporkan kita. Makanya saya pesen jangan sampai injek semut ya,” katanya.

Untuk itu, Habib Rizieq menegaskan, sikap ketidakadilan yang dipertontonkan kepolisian itu harus dilawan. Pasalnya Indonesia adalah negara hukum. Bukan negara polisi ataupun negara kekuasaan.

Diskusi yang dihadiri puluhan ulama, tokoh aktivis, dan beberapa purnawirawan TNI sekaligus sebagai ajang deklarasi Majelis Kedaulatan NKRI. Dihadiri  Habib Rizieq Syihab, Jendreal TNI (Purn) Tyasno Sudarto, Dr. Firdaus Syam, Permadi, SH, habib Muhammad rizieq, Mayjen TNI (Purn) Prijanto, Bambang Wibowo, Batara R. Hutagalung, Lily Chodidjah Wahid, letjen Merinir (Purn) Suharto, Usamah Hisyam dan lain sebagainya.

Habib Rizieq mengatakan, Majelis ini perjuangan terbuka bagi siapapun, sehingga tidak bisa dituduh sebagai gerakan makar. Ini untuk menyelamatkan NKRI. Karenanya, jangan sampai ada gerakan yang mencoba memprovokasi untuk mengadu domba antara Islam dan Nasionalis.

“Sekarang tidak ada dikotomi antara mereka, dan jangan adu domba antara anak bangsa. Ayo kita sama-sama jaga NKRI ini,” kata Rizieq.

Rizieq menambahkan bahwa Majelis NKRI tetap konsisten akan selalu menolak komunisme dan liberalisme. Juga akan selalu menolak segala bentuk gerakan saparatis. Penolakan ini, kata dia, adalah harga mati yang tak bisa ditawar-tawar

“Saparatis harus ditangani serius, saparatis tak bisa dibiarkan. NKRI harus tetap dijaga. Dan kami berpesan kepada Majelis Kedaulatan NKRI lanjutkan perjuangan ini, jangan pernah berhenti di jalan dan harus disosialisasikan sampai ke kampung-kampung, ke daerah-daerah agar semua bisa menyelamatkan NKRI,” pungkasnya. MP-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *