Manajemen Sari Roti Tolak Mediasi 7 Peserta Aksi 212

  • Whatsapp
banner 468x60

Banten, MajalahPerwira.com. Pihak manajemen Sari Roti di Kawasan Industri Modern Cikande Kabupaten Serang, Banten. Rabu sore (7/12/2016), menolak kedatangan tujuh orang mengenai klarifikasi yang menyakiti umat Islam terkait Aksi 212.

Padahal, tujuh orang yang datang ini merupakan perwakilan pimpinan pondok pesantren, dosen, guru dan kalangan profesional yang mengikuti Aksi 212 di Monas Jakarta pada Jumat lalu (2/12/2016).

Muhammad Arif Kirdiat, perwakilan kaum Muslimin mengungkapkan, pihak manajemen hanya mau menemui 3 orang saja, padahal 7 orang merupakan jumlah yang sedikit dan bisa masuk ke ruang pertemuan

Mereka datang hanya ingin menyampaikan pendapat dan tuntutan secara damai, berdasarkan asas kekeluargaan dan dialog.

Perwakilan kaum Muslimin pun mengajukan usul pertemuan di ruang tunggu. Selain lebih luas, di sana bisa disaksikan oleh pihak keamanan, jika pihak manajemen merasa tidak aman.

Namun, negosiasi mereka buntu. Gagal. Pihak manajemen sempat memberikan ruang dengan mengizinkan empat orang untuk masuk, tapi perwakilan kaum Muslimin tetap pada pendirian agar bisa masuk sebanyak 7 orang sebagai representasi dari berbagai lapis masyarakat dan profesi.

Hampir satu jam berada di lokasi, upaya baik-baik perwakilan kaum Muslimin sia-sia. Pihak manajemen tidak bersedia menemui 7 orang, padahal mereka sudah izin satu hari sebelumnya untuk melakukan audiensi melalui telepon.

“Terpaksa kami langsung pulang setelah semua permintaan dari kami ditolak oleh Kantor Sari Roti di Cikande. Kami katakan terima kasih sudah tidak mau menerima rombongan kami untuk klarifikasi ini,” tulis Muhammad Arif Kirdiat melalui akun fesbuknya. MP-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *