Nono Sampono: Menyelesaikan Masalah Papua Tak Cukup Hanya Dengan Hukum dan Senjata

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira – Gugurnya Kepala BIN Daerah Papua (Kabinda) Mayjen TNI (Anm) I Gusti Putu Danny Nugraha Karya karena ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menjadi catatan kelam dalam penanganan masalah Papua.

Merespons hal tersebut, anggota MPR RI Nono Sampono menegaskan, menangani masalah Papua tidak cukup melalui pendeketan hukum dan senjata, Namun harus juga melalui pendekatan kesejahteraan dan keadilan.

Hal itu disampaikannya dalam Diskusi Empat Pilar MPR RI bertajuk ‘Peran TNI Polri dalam Menumpas KKB Papua’, di Ruang Diskusi Media Center MPR/DPR/DPD, Senayan, Selasa (27/4/2021).

“Kesimpulan saya maaf, saya harus katakan menyelesaikan masalah Papua tidak cukup dengan hukum dan senjata,” imbuh Wakil Ketua DPD RI ini.

Menurut Nono, semua pihak harus jujur melihat persoalan Papua.

Nono Sampono mengatakan, otonomi khusus yang telah diterapkan di Papua juga harus dievaluasi sebelum diperpanjang.

“Negara ini sudah memberikan otonomi khusus, di balik ini ada anggaran yang cukup besar dan sekarang walaupun ada polemik kita menghendaki akan ada lagi. Mari kita atur, jangan sampai ada lagi dikorbankan terutama rakyat,” ucap Purnawirawan Korps Marinir TNI AL itu.

Lebih lanjut, Nono mendorong semua pihak untuk berperan dalam menyelesaikan masalah Papua.

Lebih lanjut, senator asal Dapil Maluku ini pun mengingatkan, jangan sampai pemerintah saat ini mewarisi masalah Papua yang berlarut-larut kepada generasi mendatang.

“Jangan warisan yang masa lalu dan sekarang nanti kita limpahkan lagi buat generasi berikutnya. Apalagi dalam keadaan lebih parah, kan itu masalahnya,” pungkas Nono Sampono.

Turut hadir dalam diskusi tersebut Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Dave Akbarshah Fikarno dan Anggota MPR RI Fraksi Gerindra Yan Permenas Mandenas. MP-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *