Pemerintah Baru Sadar Pentingnya Tracing, Mulyanto: Hentikan Kebijakan Berbasiskan Coba-coba

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira – Untuk mengefektifkan kerja penanggulangan Covid-19, pemerintah perlu menerapkan kebijakan berbasis ilmiah atau riset (scientific based policy) bukan berbasis coba-coba (trial and error).

Demikian disampaikan anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menanggapi pernyataan Menko Marinves Luhut Binsar Panjaitan, dan Menkes Budi Gunadi Sadikin yang mengaku baru menyadari pentingnya tracing dalam penanggulanan pandemi Covid-19.

Read More

banner 300250

Menurut Mulyanto, pemerintah terlambat menyadari dan memahami pentingnya ilmu pengetahuan dalam mengatasi krisis. Akibatnya banyak korban jiwa yang tidak tertolong.

“Padahal para ahli pandemi jauh-jauh hari sudah banyak yang menyampaikan pentingnya 3T (testing, tracing dan treatment) ini. Termasuk pentingnya karantina wilayah. Pemerintah saja yang tidak aspiratif,” kata Mulyanto, Minggu (1/8/2021).

Menurut Mulyanto, pemerintah harus terbuka dengan panel ahli, yang sangat banyak jumlahnya di Indonesia.

“Beri ruang dan dengarkan suara mereka. Ini akan mendayagunakan potensi nasional yang ada sekaligus mengurangi ‘kebisingan’ dalam pengelolaan negara,” ujar Wakil Ketua F-PKS DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan ini.

Mulyanto menjelaskan, tracing adalah testing yang terstruktur mengikuti titik-titik kasus positif, sehingga benar-benar dapat melacak penyebaran kasus Covid-19 dari suatu kasus.

Legislator asal Dapil Banten 3 ini menyebut, WHO menyarakan tracing ini dilakukan sebanyak 20-30 testing untuk setiap kasus positif terkonfirmasi.

“Terkait dengan hal tersebut, dibandingkan dengan Negara-negara tetangga, tracing yang kita lakukan masih sangat lemah. Karena itu wajib untuk ditingkatkan,” tandas Mulyanto.

Laporan Our World in Data (30/7/2021) menyebutkan jumlah tracing per satu kasus positif di Indonesia sebesar 3,8. Masih jauh di bawah saran WHO yang 20-30 testing per satu kasus positif.

Malaysia angka tracing ini sebesar 10,1. Angka tracing di Vietnam sebesar 21,1. Sementara di Singapura angka tracing sebesar 943,8 pengujian per satu kasus positif.

Sebelumnya Menko Luhut Pandjaitan mengaku dirinya makin mengerti, tracing itu penting. Bahkan menurutnya merupakan teknik kunci.

Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Jumat (30/7) juga mengakui, testing, tracing, treatment (3T) dalam penanganan pandemi Covid-19 masih lebih rendah dibandingkan negara lain.

Budi menyebut 3T merupakan salah satu strategi paling dasar dan penting untuk mengatasi pandemi selain vaksinasi Covid-19. MP-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *