PEMUDA PANCASILA BELITUNG: PUNGUTAN PAJAK SEMBAKO KEBIJAKAN NGAWUR

  • Whatsapp
banner 468x60

BELITUNG, MAJALAHPERWIRA – Wakil Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Belitung, M Yusup mengatakan, pungutan pajak yang dilakukan oleh negara adalah instrumen yang sah sebagai salah satu bagian dari Gotong Royong.

Namun menurut Yusup, satu hal yang perlu dipastikan adalah keputusan siapa yang berkontribusi?

Read More

banner 300250

Sebab pungutan pajak itu harus memenuhi azas keadilan dalam kerangka tujuan berbangsa dan bernegara, agar tujuan berdirinya negara kesatuan republik Indonesia bisa terwujud menuju kesejahteraan umum.

“Tujuan pajak harus sesuai dengan cita-cita the founding father Indonesia, menjadikan negara kesejahteraan (welfare state) demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Yusup dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/6/2021).

Dalam konteks ini, M Yusup alias Bung Black, menyebut rencana pemerintah memungut PPN sembako dan sekolah sebesar 12% adalag itu rencana yang ngawur dan menciderai rasa keadilan masyarakat.

“Saya mengingat rambu-rambu dalam berbangsa dan bernegara itu sudah jelas berazaskan Pancasila dan UUD 45. Semestinya pemerintah tidak ke luar dari jalur itu dalam mengambil sebuah keputusan, tetap mengacu kepada Pancasila dan UUD 45,” tegasnya.

Dengan dasar itu, Yusup dengan tegas menolak rencana pemerintah mengambil pajak sembako dan sekolah karena sudah melanggar asas keadilan, Pancasila, dan UUD 45.

“Sebab basic need (kebutuhan dasar) seperti sembako dan sekolah adalah kewajiban negara untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya. Lah ini malah mau di kenakan pajak, kan ngawur namanya,” tuntas Yusup.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *