PEREMPUAN LSM LIRA BERI RAHMAWATI SOEKARNO PENGHARGAAN BELA NEGARA

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira.com. PEREMPUAN LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) memberikan Penghargaan Bela Negara (Bela Negara Award (BENA) kepala Tokoh Pergerakan Rahmawati Soekarno. Ditengah dugaan makar oleh penerintah justru putri proklamator, Soekarno itu memperoleh penghargaan dari LSM LIRA tepat pada Hari Bela Negara,19 Desember 2016.

Rahmawati Soekarno menurut Ketua Umum Perempuan Lira, Hj. Jihan Aksa Safitrie dalam keterangannya kepada wartawan, terpilih sebagai tokoh berpengaruh bersama delapan tokoh lainnya. Penganugerahan perhargaan tersebut diharapkan akan dapat motivasi dan memberikan inspirasi bagi masyarakat agar memiliki semangat kebangsaan dan melawan segala bentuk yang merongrong kedaulatan bangsa.

“Penghanggaan ini diberikan karena Perempuan LIRA menilai Rahmawati Soekarno dan delapan tokoh berpengaruh tersebut layak dan telah berbuat untuk mengawal dan mempertahankan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI secara kokoh dan konsisten. Mereka memiliki semangat bela negara agar keutuhan, keadilan dan kedamaian berdiri kokoh di bumi pertiwi,” tambah Hj. Jihan Aksa Sefitrie didampingi Presiden LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal dan Sekjen, Ahmad Hadari.

Adapun delapan tokoh berpengaruh selain Rahmawati Soekarno yang diberikan penghargaan Bela Negara Awar adalah (1). Panglima TNI, Jenderal TNI, Gatot Nurmantya, (2). Kapolri, Jenderal Pol, Tito Karnavian, (3). Ketum Front Pembela Muslim (FPI)/Tokoh Anti PKI, KH. Habib Rizieq, (4). Wakil Sekjen MUI (Majelis Ulama Indonesia), Tengku Zulkarnain, (5). Aktivis Islam/Ketua GNPF, Ustad Bachtiar Nasir, (6). Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti, (7) Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa dan (8). Artis Penyanyi Tiga Zaman, Titiek Puspa.

LSM LIRA dan PEREMPUAN LIRA — Lembaga Sayap Organisasi LSM LIRA — merupakan organisasi kemasyarakatan yang didirikan sejak tahun 2004 dari Blora Center oleh HM. Jusuf Rizal, Mayjen TNI (Purn) Arief Siregar, Hasyim Arief, Syahrial Yusuf dan Emirsyah Rahman, memiliki komitmen yang tinggi dalam mensosialisasikan semangat Bela Negara dalam mendukung program Pemerintah cq. Kemenhan Rerpublik Indonesia untuk mencetak 100 juta kader Bela Negara. Mendukung program Nawacita dan revolusi mental dengan mengubah prilaku dan budaya agar selalu cinta tanah air. Punya nasionalisme dan patriotisme yang tinggi.

Selama ini menurut Jusuf Rizal pemberian penghargaan Bela Negara jarang dilakukan. Lebih banyak dilakukan pendekatan pelatihan fisik, padahal dalam kontek kekinian, upaya membangun kecerdasan, penguatan ideologi, profesionalisme, mental dan spiritual tidak kalah pentingnya mendukung program Bela Negara.Kemajuan, Globalisasi dan tehnologi adalah medan perang yang harus dihadapi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

Untuk itulah, sebagai LSM terbesar dan terbanyak cabangnya dengan Rekor Muri, LIRA ikut ambil bagian dalam membangkitkan semangat bela Negara, mulai dari Sabang sampai Merauke. Selain bertepatan dengan Hari Bela Negara, LSM LIRA juga akan memberikan penghargaan Bela Negara Award (BENA) bertepatan dengan hari-hari bersejarah, tidak hanya dari kalangan politik, tetapi juga pengusaha, olahragawan, seniman, pemuda maupun tokoh-tokoh yang memberikan inspirasi dan motivasi semangat bela Negara.

Pemberian penghargaan ini dilakukan dengan cara menyampaikan langsung kepada para pihak yang telah dipilih oleh LSM LIRA-PEREMPUAN LIRA. Pemberian penghargaan ini merupakan gerakan moralitas agar bangsa Indonesia tidak lupa tentang pentingnya semangat Bela Negara. Semangat berkorban bagi kemajuan dan kedaulatan bangsa dan Negara. Namun tidak tertutup kemungkinan dilakukan melalui sebuah acara serimoni dengan melibatkan berbagai pihak kepentingan.

SOSOK RAHMAWATI SOEKARNO

Putri Proklamator Soekarno ini memiliki semangat dan edealisme seperti Bapaknya. Garang dan selalu cinta Merah Putih. Melawan faham komunis. Rasa cintanya terhadap bangsa dan rasa khawatir terhadap perjalanan bangsa, ditengah keterbatasannya, ia terus berjuang mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 dari berbagai rongrongan kelompok-kelompok tertentu yang ingin menguasai Negara. Tidak peduli siapapun itu, bahkan saudaranya Megawati Soekarno juga dikritik dan ditentangnya.

Semangat ingin mengembalikan UUD 1945 kepada naskah aslinya dengan tetap mengadopsi perubahan yang tidak merugikan bangsa, terus dilakukan. LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) pernah diundang kekediamannya dan berkumpul membicarakan pentingnya mengembalikan UUD 1945.

Intinya tidak perlu ada amandemen UUD 1946 yang membuat sistim ketatanegaraan menjadi lemah. Sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara sudah jauh melenceng dari cita-cita besar Soekarno. Berkat kegigihannya memperjuangkan pengembalian UUD 1945 kepada aslinya, membuat dirinya dituduh makar dan sempat ditahan meski tidak lama. Ia adalah Tokoh Pergerakan yang konsisten dan tidak haus kekuasaan dan kekayaan. MP-NRQ

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *