Peringati 12 Tahun Tsunami, Pemerintah Aceh Gelar Zikir Bersama

  • Whatsapp
banner 468x60

Aceh, MajalahPerwira.com. Pemerintah Aceh, kemaren, menggelar zikir bersama dan memberikan santunan kepada 600 anak yatim. Acara untuk memperingati 12 Tsunami Aceh ini diadakan di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh.

Selain zikir bersama, juga dilakukan kenduri dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Melalui zikir bersama kita berdoa agar Aceh terhindar dari berbagai musibah dan cobaan,” ujar Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Soedarmo seperti dilansir Antara.

Soedarmo mengajak masyarakat untuk memetik hikmah dari berbagai musibah yang terjadi di Aceh dan menjadikannya sebagai pelajaran untuk memperbanyak kebajikan dan memperkuat solidaritas.

Dalam kehidupan, kata dia, manusia tidak pernah lepas dari berbagai cobaan dan tantangan termasuk musibah bencana alam.

“Tantangan dan musibah ini harus kita hadapi bersama dengan sabar dan tawakal kepada Allah SWT,” katanya.

Ia menjelaskan tantangan yang menimpa masyarakat Aceh merupakan cobaan dari Allah SWT. “Kita harus introspeksi dan evaluasi apakah tantangan dan cobaan ini merupakan kelalaian dari kita semua sehingga kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” katanya.

Gempa disusul tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 mengakibatkan sebagian besar wilayah pesisir di Provinsi Aceh hancur. Korba ditaksir lebih 200 ribu jiwa penduduk Aceh meninggal dunia.

Persisnya pada 26 Desember 2004, tsunami menyapu Serambi Mekkah. Korban tewas ditaksir lebih dari 200 ribu jiwa. Masyarakat patut mengingat salah satu bencana paling besar yang pernah menimpa Tanah Air tersebut.

Berikut kronologi bencana tsunami sepuluh tahun lalu.

26 Desember 2004: Pukul 7.59 waktu setempat, gempa berkekuatan 9,1 sampai 9,3 skala Richter mengguncang dasar laut di barat daya Sumatra, sekitar 20 sampai 25 kilometer lepas pantai. Hanya dalam beberapa jam saja, gelombang tsunami dari gempa itu mencapai daratan Afrika.

27 Desember: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tsunami di Aceh sebagai bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi. Bantuan internasional mulai digerakkan menuju kawasan bencana. Kawasan terparah yang dilanda tsunami adalah Aceh, Khao Lak di Thailand dan sebagian Sri Lanka dan India.

30 Desember: Sekretaris Jendral PBB saat itu, Khofi Annan, menyebut jumlah korban sedikitnya 115.000 orang tewas. Jerman mengirim pesawat militer yang berfungsi sebagai klinik darurat ke kawasan bencana. Militer Jerman Bundeswehr dikerahkan untuk membantu korban bencana.

31 Desember: Indonesia dinyatakan sebagai kawasan bencana tsunami terparah. Pemerintah Indonesia menyebut korban tewas akan melebihi 100.000 orang.

1 Januari 2005: Kapal induk Amerika Serikat “USS Abraham Lincoln” tiba di perairan Sumatra untuk membantu evakuasi korban dan penyaluran bahan bantuan. Helikopter Amerika Serikat dikerahkan dari kapal induk untuk membagikan bahan bantuan terpenting ke kawasan bencana di Aceh.

2. Januari 2005: Masyarakat internasional menjanjikan bantuan untuk kawasan bencana tsunami senilai 2 miliar US$.

4 Januari 2005: PBB menyatakan jumlah korban lebih banyak dari perkiraan semula, sedikitnya 200.000 orang tewas.

5 Januari 2005: Eropa memperingati korban tsunami dengan aksi mengheningkan cipta di berbagai kota besar dan dalam sidang parlemen. Jerman menyatakan sekitar 1.000 warganya yang sedang berwisata di Asia Tenggara hilang. Pemerintah Jerman memutuskan bantuan senilai 500 juta Euro untuk bantuan kemanusaiaan dan pembangunan kembali di kawasan bencana.

14 Maret 2005: Indonesia dan Jerman mulai membangun sistem peringatan dini tsunami. Perangkat teknisnya merupakan sumbangan Jerman kepada Indonesia, senilai 40 juta Euro. Sistem itu dikenal sebagai GITEWS (German Indonesian Tsunami Early Warning System). Tahun 2008 dikembangkan menjadi InaTews (Indonesia Tsunami Early Warning System).

19 Maret 2005: Sekitar 380 tentara Jerman yang bertugas di kawasan bencana kembali ke pangkalannya. Selama bertugas, mereka merawat sekitar 3.000 pasien korban bencana. Masyarakat Jerman mengumpulkan sumbangan bencana Tsunami senilai 670 juta Euro. MP-SRL

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *