Polda Metro Jaya Launching 30 Unit Kamera ETLE

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira –  Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya launching 30 unit kamera electronic traffic law enforcement (ETLE) mobile yang diharapkan bisa merekam pelanggaran lalulintas yang dilakukan pengendara.

Namun, ETLE mobile juga untuk mendisiplinkan anggota polantas agar tidak mencari-cari kesalahan.

“Saya meminta agar petugas dilapangan tidak menimbulkan persepsi publik bahwa petugas mencari-cari kesalahan,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen M Fadil Imran kepada wartawan disela-sela launching 30 alat ETLE Mobile di Lapangan Promoter Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya, Sabtu (20/3).

Fadil mengakui, ETLE Mobile ini untuk merekam lokasi yang tidak terpasang ETLE stationer.

Dia mencontohkan, dilingkungan rumahnya dikawasan Cengkareng, Jakbar yang sering kemacetan karena banyak angkot yang ngetem.

“Rumah saya di Cengkareng jalannya sempit dan banyak kendaraan yang ngetem. Tentunya petugas harus sigap,” jelas Fadil.

Mantan Kapolsek Tanah Abang ini mengatakan, dengan ETLE mobile bagiam dari program Kapolri Jenderal Lystio Sigit Prabowo ini bisa berjalan dengan baik, dan ada penambahan alat untuk mendukung kerja petugas.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, sebanyak 30 ETLE mobile yang dilouncing terdiri dari helmet cam, dash cam, dan juga body cam. Kerja alat ini selama 4 jam nantinya usai merekam pelanggaran lantas lalu oleh petugas yang berkendata kan diserahkan ke kantor pusat pemantauan yang ada di gedung TMC Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya.

“Ketika petugas menemukan pelanggaran nanti akan terekam di kamera itu. Misal, di helm nanti ada pelanggar marka dia nengok kan nanti sudah terekam itu. Nanti hasil rekaman itu ketika dia kembali ke kantor masuk ke back office, kemudian dilihat pelanggaran-pelanggaran yang terjadi,” kata Sambodo.

Sambodo mengatakan, dalam sepekan petugas akan mengirimkan surat keterangan pelanggaran ke kediaman pengendara untuk selanjutnya dilakukan pembayaran denda tilang.

Pasalnya, bila tidak dilakukan pembayaran maka STNK tidak bisa diproses untuk pembayaran pajak, dan tentunya akan diblokir.

“Semua pelanggaran yang terjadi akan diproses sama dengan ETLE, seperti surat konfirmasi dikirim ke rumah yang bersangkutan dengan fotonya, tanggal, tempat, dan sebagainya. Kemudian dia (pelanggar) harus konfirmasi dengan nomor yang tertera iya atau tidak, dan segala macamnya. Ketika dia sudah konfirmasi kemudian kita kirimkan kode Briva (BRI Virtual) dan dia bayar lewat ATM dan sebagainya. Kalau dia tidak konfirmasi atau bayar tilang, maka denda tilangnya akan kita tambahkan ketika yang bersangkutan bayar pajak. Kita akan blokir STNK-nya dan ketika yang bersangkutan bayar pajak, dia harus bayar pajak plus denda tilangnya,” pungkas mantan Direktur Binmas Polda Metro Jaya ini

Disisi lain Ketua Indonesua Trafight Wacht (ITW) Edison Siahaan mengatakan, launching ETLE ini akan menuai permasalahan ditengah masyarakat.

“Ini sudah biasa.Tetapi, akan ada masalah. Masalahnya, yang ditilang kendaraan apa orangnya harus jelas dong?,” kata Edison kepada VanusNews.com dilokasi.

Dia mencotohkan, surat konfirmasi yang ditilang dan dikirim petugas ke alamat pemilik kendaraan yang tertera di STNK tidak selalu sampai.

“Ini saya di Timur (Jaktim) lalu dikirim ke Selatan (Jaksel) ketika saya mau bayar pajak kendaraan diblokir. Lalu saya tanya mana suratnya?.Dibilang sudah dikirim lalu saya tanya mana?,” ungkap Edison.

Edison mengungkapkan, seharusnya ETLE ini diterapkan sebaiknya polisi menyadarkan perilaku warga.

“Memang masyarakat semua tahu ini (ETLE). Kalau di luar negeri boleh lah masyarakatnya sudah bagus. Tetapi kalau dikita?. Kalau masyarakat sudah baik hal ini bisa berjalan tanpa harus bingung-bingung menjelaskan;” tegas Edison.

Selain itu, mantan Ketua Forum Wartawan Polri (FWP) ini menilai, aturan pembayaran tilang ETLE tanpa putusan pengadilan.

“Ini berbeda dengan di luar negeri. Di sini kita bayar tilang dulu sebelum ada putusan pengadilan. Padahal, setelah hakim mengetok palu baru denda tilang yang harus dibayar,” pungkas lelaki yang bergaya perlente ini. MP-RON

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *