PPKM Level 4, Forum Silatbar Rekomendasi Pemkot Tekan Covid-19 di Kota Surabaya

  • Whatsapp
banner 468x60

Surabaya, MajalahPerwira – Demi menekan laju penyebaran penularan covid-19 di Indonesia, Pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat “PPKM Level empat” khususnya di kota Surabaya.

Pada acara audiensi dengan Organisasi masyarakat, organisasi Kemahasiswaan dan LSM Surabaya Senin (27/2021) di Balai kota Surabaya, Walikota Surabaya Erie Cahyadi mengakui, bahwa dirinya cukup pelik dalam menangani pandemic Covid-19 di kota Surabaya yang hingga saat ini belum terselesaikan.

“Saya berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat kota Surabaya yang sudah berkenan menghadiri audiensi untuk mencari solusi permasalahan PPKM di kota Surabaya,” ucapnya.

Pihaknya menyampaikan, bahwa untuk menangangi pandemic ini perlu dukungan dan kebersamaan dengan seluruh organisasi dan eleman masyarakat, tegasnya. Bahwa Pemkot sekarang lagi mendirikan rumah-rumah sehat di setiap Kelurahan di seluruh Surabaya.

“Siapa saja yg akan menempati dsna pastinya warga kelurahan sendiri yg terpapar covid namun tanpa Gejala, karena seperti yg kita ketahui Rumah sakit sekarang semua sudah penuh bahkan lapangan-lapangan jg sudah kita pakai semua untuk menangani pasien covid saat ini,” ujarnya.

Dia juga berjanji sebagai follow up hasil pertemuan, dirinya akan membuat forum komunikasi tanpa sekat antara elemen masyarakat dengan seluruh instansi. “Dalam hal ini para kepala Dinas terkait yang mempunyai tugas menangani pandemic covid19 di kota Surabaya,” ungkapnya.

Walikota LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat)  kota Surabaya Bambang Asraf HS berjanji akan mendukung upaya Pemkot Surabaya dalam menangani pandemic Covid-19,

“Ini adalah komitmen LSM LIRA Surabaya sebagai NGO mitra pemerintah yang tetap kritis dan independen untuk membantu serta memberikan masukan yang konstruktif,” katanya kepada awak media usai audiensi Senin (27/7/2021) di balai kota Surabaya.

Asraf juga menyampaikan, bahwa aspirasi yang ia sampaikan dalam sebuah dokumen rekomendasi adalah hasil serapan suara masyarakat, kajian internal terhadap evaluasi PPKM Darurat sebelumnya. “Bahwa masyarakat di lapisan bawah sangat terpukul atas kebijakan tersebut,” ungkapnya.

Asraf merinci, secara umum LSM LIRA Surabaya meminta Pemkot fokus terhadap penanganan pandemic dalam aspek kesehatan, perekonomian, dan social kemasyarakatan.

“Sudah saatnya penanganan pandemic di kota Surabaya harus di lakukan secara bersama-sama dan dengan cara yang Edukatif, Humanis dan Solutif. Mengapa hal ini sangat penting?, karena beban hidup masyarakat lapisan bawah sudah sangat berat dan jangan di perberat lagi dengan sikap represif dan arogan dari oknum aparat yang menggunakan dalih penertiban,” pungkas Asraf.

Sebelumnya, Hoslih Abdullah (Aba Dullah) yang juga Ketua Pemuda Pusura (Putera Surabaya) terlebih dahulu membuka rapat. “Kehadiran kami semua ini, untuk bersinergis dengan Pemerintah kota Surabaya dalam hal membantu di segala sektor penanganan covid di kota surabaya,” katanya kepada Eri Cahyadi walikota Surabaya.

Acara berlangsung khidmat dengan saling memberikan tawaran solusi dan langkah kongkrit. Adapun organisasi yang turut hadir diantaranya adalah PUSURA, LIRA Surabaya, AMP, BMC, FKPPI, GMKI, GMNI dan lainnya. MP-ASF

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *