Pramono Anung : Menteri Dilarang Sambutan Panjang Di depan Presiden

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira.com. Jika ada acara yang menghadirkan Presiden, seyogyanya para menteri atau pimpinan lembaga tinggi negara, kementerian atau lembaga dan siapapun tidak berorasi atau berpidato yang cukup panjang.

“Seharusnya sambutan tersebut tidak digunakan untuk berorasi atau berpidato yang cukup panjang di depan Presiden. Itu tidak layak,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung seperti dilansir situs Setkab, ditulis Rabu (18/1/2017).

Menjawab latar belakang dikeluarkannya Surat Edaran (SE) perihal Ketentuan Sambutan Menteri/Pimpinan Lembaga pada Kegiatan yang dihadiri oleh Presiden, Pramono menjelaskan bahwa Presiden dalam berpidato selalu tidak mau bertele-tele, langsung pada substansinya pada inti persoalan.

Dalam Surat Edaran (SE) bernomor B-750/Seskab/Polhukam/12/2016 tertanggal 23 Desember 2016 perihal Ketentuan Sambutan Menteri/Pimpinan Lembaga pada Kegiatan yang dihadiri oleh Presiden, mengatur tentang durasi sambutan para menteri/pimpinan lembaga pada kegiatan yang dihadiri oleh Presiden.

Melalui SE tersebut, para menteri/kepala lembaga pemerintah non kementerian/jaksa agung/panglima TNI/kapolri dalam menyiapkan dan menyampaikan sambutan pada suatu kegiatan yang dihadiri Presiden, perlu memperhatikan (a) agar materi sambutan langsung memaparkan dan terbatas pada isu pokok kegiatan dimaksud; dan (b) penyampaian sambutan paling lama 7 (tujuh) menit. MP-JMP

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *