Saksi : Pernyataan Ahok Cerminan Kebencian Pada Agama Islam

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, MajalahPerwira.com. Pernyataan Gubenur DKI nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu saat melakukan kunjungan kerja dinilai menunjukkan kebencian terhadap agama Islam. Hal itu dikatakan saksi pelapor Irena Handono saat menjadi saksi kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok dalam sidang kelima di Auditorium Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

“Dia melakukan berkali-kali, mengomeli orangtua yang beragama Islam, dia marah-marah di media, menodakan Alquran surat Al Maidah di beberapa tempat, itu cerminan kebencian dia,” ujar Irena. Pernyataannya itu, katanya, bukan tanpa alasan. Pasalnya, Ahok telah berulangkali mengulang pernyataannya. Bukan hanya di Pulau Seribu saja. Diketahui, gubernur DKI nonaktif ini pada 2008 lalu pernah menulis sebuah buku berjudul ‘Merubah Indonesia’. Dalam buku itu, Ahok juga menyinggung soal Al Maidah ayat 51.

“Kata-kata terdakwa pada waktu di Pulau Seribu, ‘Jadi jangan percaya sama orang bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu dibohongi pakai Al-Maidah.’ Surat Al-Maidah bagian dari kitab suci Alquran, kitab suci umat Islam. Bagi umat Islam, Allah pemurah, Allah penyayang, maka kalau terdakwa menyebut dibohongi pakai Al-Maidah 51, umat Islam akan marah, bahkan seluruh dunia. Terbukti (ada aksi) 4/11,” papar Irena. Irena menegaskan, tersinggung  dengan penyebutan kata ‘pakai’ dalam pernyataan Ahok menempatkan ayat kitab suci sebagai alat untuk pembohongan.

Menurutnya, Ahok telah melakukan kampanye saat berpidato di Kepulauan Seribu. Saat itu Ahok dalam keadaan memakai seragam dinas menggunakan bahasa terbalik. “Memang dia menggunakan bahasa terbalik, jangan khawatir kalau enggak memilih saya,” katanya.

Ia juga mengaku siap jika memang mereka melaporkan ke polisi. Irena yakin apa yang disampaikannya dalam persidangan adalah fakta. Mereka, katanya, selalu berusaha menyangkal atas kesaksian yang diberikannya. Menurutnya, alasan mereka yang selalu mempersoalkan pelapor Ahok yang hanya berdasarkan video yang dipotong merupakan alasan klasik. “Seperti itu semua klasik, sementara orang memotong, menghilangkan tidak penting. Intisarinya yang diambil, poin-poin penting yang diambil,” pungkasnya.

Saat menyampaikan tanggapannya atas keterangan saksi, Ahok menilai pernyataan Irena salah. Ia pun membantah keras pernyataan tersebut. Ia mengatakan bahwa tidak ada ajakan kepada masyarakat Kepulauan Seribu untuk memilih dia. “Saya keberatan dengan (pernyataan) ‘pilih saya’, Saudara fitnah, tak ada satu kalimat pun (ajakan ‘pilih saya’), Saudara saksi palsu,” kata Ahok. MP-AZA

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *