Satgas Tinombala Terus Kejar Gerombolan Poso

  • Whatsapp
banner 468x60

MAJALAHPERWIRA.COM, PALU –  Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) Brigjen Pol Rudy Sufahriadi menyatakan pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala 2016 sedang berupaya semaksimal mungkin cepat menangkap gerombolan sipil bersenjata Poso yang saat ini tersisa 21 orang termasuk pimpinan kelompok itu, Santoso alias Abu Wardah.

“Bagaimana caranya menangkap Santoso, itu teknis operasi, saya tidak harus sampaikan,” kata Rudy, Jumat (1/7/2016).

Menurut Rudy, 21 yang masuk daftar pencarian orang (DPO) itu saat ini tidak melakukan aksi penyerangan, namun hanya bertahan dan berpindah-pindah menghindari kejaran aparat. Mereka juga terpecah menjadi tiga kelompok, yakni kelompok Ali Kalora, kelompok Santoso, dan satu kelompok kecil lagi.

Dari 21 DPO yang sedang dikejar aparat, tiga di antaranya adalah perempuan, yakni Jumiatun Muslim alias Atun (istri Santoso asal Bima), Nurmi Usman alias Oma (istri Basri asal Bima), dan Tini Susanti Kaduka alias Umi Fadel (istri Ali Kalora asal Bima).

Meski Santoso dan pengikutnya yang lain belum berhasil dilumpuhkan, namun mantan Kapolres Poso itu mengatakan bahwa operasi Tinombala yang digelar sejak Januari 2016 telah menangkap 14 orang dalam kondisi meninggal dunia, lima orang ditangkap dalam keadaan hidup, dan satu orang menyerahkan diri.

“Lima orang tertangkap hidup, serta satu yang menyerahkan diri, sepenuhnya menjadi tahanan Densus untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Dua diantaranya masih di tahanan Polda Sulteng untuk pengembangan informasi,” ujarnya.

Rudy mengaku, terus berusaha agar Santoso bisa segera ditangkap baik dalam kondisi hidup maupun mati, termasuk anggotanya yang lain.

“Saya sudah bertemu Pak Tito (Tito Karnavian), calon Kapolri yang belum dilantik. Beliau berpesan kalau bisa Santoso segera ditangkap, apalagi operasi ini tidak murah biayanya,” ujarnya.

Kapolda juga menjelaskan, sejak operasi Tinombala digelar, aparat berhasil menyita sejumlah barang bukti antara lain, 51 buah bom, tiga pucuk senjata api pabrikan, sembilan pucuk senjata api rakitan, empat buah magasin, dan 283 butir amunisi.

Selanjutnya, senjata tajam 15 bilah, dua pucuk senapan angin, satu unit kompas, 43 lembar peta, empat unit HP, satu unit GPS, 20 unit senter, satu bungkus korek, serta beras 26 karung dan uang tunai Rp 15.283.000.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *