SCENE 2021 Surabaya Terasa Inklusif bersama Whisper Angel

  • Whatsapp
Abdul Majid, peserta yang lolos dalam even SCENE 2021 Surabaya
banner 468x60

SURABAYA, MP – Event SCENE 2021 Masterclass Pengembangan Skenario Film TV dan OTT yang digelar Direktorat Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi dan Persatuan Karyawan Film Televisi Indonesia berlangsung penuh kegembiraan.

Direktur Jenderal Industri Kreatif Film, Televisi, dan Animasi, Kemenparekraf Syaifulloh Agam mengatakan, SCENE 2021 tahun ini digelar dibeberapa kota untuk menghidupkan gegap gempita perfilman di Indonesia.

“Alhamdulillah ini adalah tahun kedua acara ini digelar setelah pada gelaran pertama sudah kita laksanakan di tahun 2020,” kata Syaifulloh dalam pembukaan SCENE 2021 di Double Tree Hotel-Hilton Jl. Tunjungan Surabaya, Rabu (24/3/2021).

Dia mengucapkan selamat kepada seluruh peserta SCENE 2021 Surabaya yang sudah lolos tahapan seleksi dari panitia dan para mentor. Ada tiga daerah yang dipilih menggelar acara ini, yakni Kota Denpasar, Kota Medan, dan DI Yogyakarta.

“Kita memiliki 57 judul cerita, 2 diantaranya sudah memasuki tahapan pengembangan scenario/produksi dan 5 judul juga sudah ada ketertarikan dari beberapa production house,” terangnya.

Syaifulloh memberikan semangat bagi peserta lainnya yang tidak lolos ke tahapan inkubasi. Bahwa sebenarnya semua masih mempunyai peluang yang besar untuk mempertajam scenario filmnya dengan arahan para mentor melalui group Whats Apps yang dibentuk.

“Bahkan beberapa PH juga tertarik untuk memproduksi judul-judul yang lain selain 10 judul yang msuk inkubasi,” imbuhnya.

Syaifulloh mengaku sudah membicarakan hal ini dengan para Film Maker di tanah air, dengan tujuan akan melahirkan penulis-penulis scenario baru yang memiliki skill dan kompetensi, khususnya untuk mengembangkan cerita-cerita yang mempunyai latar belakang budaya.

“Karena banyak juga film-film daerah yang juga mempunyai viewers lebih dari 1 juta seperti Laskar Pelangi,” pungkasnya.

Pada kesempatan sama, Endra selaku PIC event SCENE 2021 mengucapkan selamat kepada 20 peserta yang sudah dinyatakan lolos seleksi dari ribuan calon peserta lainnya.

“SCENE 2021 kita awali dari kota Surabaya terlebih dahulu, kemudian akan menyusul di kota Bandung, Makasar, Padang dan Labuan Bajo,” terangnya.

Selain diikuti peserta dari latar belakang profesi, SCENE 2021 di Surabaya menghadirkan seorang peserta penyandang disabilitas netra. Ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen dari Kemenparekraf, para mentor dan panitia untuk memberikan kesempatan kepada seluruh penulis-penulis untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Para mentor juga sangat terbuka dan supportif untuk memberikan pengalamannya tentunya dengan beberapa penyesuaian teknik penyampain agar semua materi tersampaikan dengan baik.

Sementara Itu, Abdul Majid peserta SCENE 2021 Surabaya seorang penyandang disabilitas netra sangat berterimakasih dan mengapresiasi seluruh panitia, para mentor dan kawan-kawan peserta SCENE 2021 Surabaya.

Bagi Majid, pelaksanaan SCENE 2021 Surabaya tahun ini serasa sangat inklusif dan ramah terhadap peserta difabel, khususnya penyandang tuna netra.

“Sebagai peserta, saya bisa merasakan inklusifitas dari bentuk pelayanan panitia, fasilitas, metode khusus yang telah disesuaikan oleh para mentor dan pastinya support dari kawan-kawan sesama peserta,” ungkap Majid.

Majid menuturkan, panitia memberikan materi para mentor dalam format PDF sehingga peserta bisa memahaminya dengan bantuan aplikasi pembaca layar “screen reader” yang sudah terinstal pada Laptop.

“Untuk materi-materi yang harus memperlihatkan contoh-contoh film dalam format video, para mentor juga bersedia menjadi pembisik “whisper angel” untuk mendeskripsikan semua adegan dengan detail yang ada dalam film,” ungkap Majid.

Majid yang juga penerima beasiswa Australia Award Scholarship short course program 2021 di Queensland University of Technology itu mengaku sangat tertarik belajar menjadi seorang penulis skrnario film.

Ia mengungkapkan tujuannya mengikuti SCENE 2021 ini adalah untuk mengkampanyekan inklusi social dan penghapusan stigma negative terhadap masyarakat melalui jalur prestasi.

“Hal ini dapat saya rasakan dengan banyaknya peserta dan panitia yang juga ingin diberikan edukasi tentang bagaimana cara hidup berdampingan dengan disabilitas, cara tuna netra bermobilitas, dan cara mereka berkomunikasi menggunakan gadget khusus,” ungkapnya.

Majid pun berharap, di tahun-tahun berikutnya acara SCENE dari Kemenparekraf bisa diikuti lebih banyak peserta difabel.

Acara SCENE 2021 Surabaya digelar pada 24-27 Maret 2021 di Double Tree-Hilton Hotel Jl. Tunjungan Surabaya. Ada 20 peserta yang hadir dari Jawa Timur dan beberapa dari daerah lain.

Peserta sangat antusiasi mendengarkan pemaparan yang dilakukan oleh para mentor yang juga professional di industri Film Indonesia. Diantaranya Gunawan Pagaru, Erick Wu, Lintang Pramudia, Dede Natalia dan Alina.

 

Selama 3 hari peserta wajib mengikuti kelas mastering untuk mempertajam scenario Film yang dibagi dalam dua kelas yakni kelas Film dan Kelas Series.

Diakhir acara, peserta tampak semangat mengikuti sesi Pitching untuk mempresentasikan Log Line, Premis dan Pesan moral film mereka dihadapan para mentor dan sutradara Film Nasional.

Mereka berusaha memberikan kemampuan terbaiknya untuk memperebutkan 14 tiket inkubasi selama 14 hari di Jakarta dengan peserta dari kota Bandung, Makasar, Padang dan Labuan Bajo.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *